Puadi Buka Resmi Bawaslu Campus Connect di UNP, Dorong Generasi Digital Perkuat Demokrasi Transparan
|
sumbar.bawaslu.go.id || PADANG — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Puadi, secara resmi membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect di Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa.(13/10) Mengusung tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi untuk memperkuat literasi digital, partisipasi mahasiswa, serta pengawasan pemilu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam sambutannya, Puadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Padang yang telah membuka ruang kolaborasi dengan Bawaslu. Menurutnya, hubungan antara Bawaslu dan perguruan tinggi tidak sekadar menjadi kerja sama kelembagaan atau forum sosialisasi, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem demokrasi berbasis pengetahuan.
“Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh regulasi dan institusi. Demokrasi membutuhkan pengetahuan, nalar kritis, kebebasan akademik, partisipasi warga negara, serta kemampuan masyarakat untuk membedakan antara fakta dan manipulasi,” ujar Puadi.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, membentuk opini, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan politik. Kondisi tersebut menuntut penguatan literasi digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menyikapi arus informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Puadi menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga perlu mengambil peran sebagai warga digital yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Kemampuan memverifikasi informasi, menilai bukti, serta memahami konteks penyebaran informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ruang publik dan demokrasi.
“Jangan menjadi generasi yang paling cepat menerima informasi. Jadilah generasi yang paling kritis dalam memverifikasi informasi. Jangan hanya bertanya apakah informasi ini menarik, tetapi bertanyalah apakah informasi ini benar,” pesannya kepada mahasiswa.
Selain menyoroti literasi digital, Puadi juga menegaskan pentingnya transformasi digital dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk memperkuat pencegahan, membaca potensi risiko pelanggaran, mengoptimalkan pengelolaan data, serta membangun sistem pengawasan yang lebih terintegrasi dan kolaboratif.
Namun, transformasi tersebut harus tetap berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, etika, keamanan data, dan perlindungan hak-hak warga negara. Teknologi, tegasnya, merupakan instrumen untuk memperkuat demokrasi, bukan tujuan yang mengesampingkan nilai-nilai demokratis.
Melalui Bawaslu Campus Connect, Puadi berharap kolaborasi dengan Universitas Negeri Padang dapat terus dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari riset kepemiluan, kajian kebijakan, pendidikan literasi digital, pemeriksaan fakta (fact-checking), pengembangan inovasi mahasiswa, hingga penguatan pengawasan partisipatif.
Ia juga mendorong agar kampus tidak hanya menjadi tempat penyampaian informasi kepemiluan, tetapi berkembang menjadi laboratorium demokrasi yang memungkinkan mahasiswa dan akademisi menghasilkan penelitian, menguji gagasan, serta mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan pengawasan pemilu di era digital.
Kegiatan Bawaslu Campus Connect di Universitas Negeri Padang diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam membangun demokrasi yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berintegritas.
Melalui kolaborasi tersebut, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam menjaga kualitas demokrasi, baik melalui kecakapan digital maupun keterlibatan aktif dalam pengawasan pemilu.
“Teknologi adalah alat, data adalah sumber daya, dan institusi adalah instrumen. Namun, integritas manusia adalah penentu, dan partisipasi masyarakat adalah kekuatan yang menjaga demokrasi tetap hidup,” demikian pesan Puadi dalam kegiatan tersebut.
***
Editor : Udhe
Foto : Humas