Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja Bedah Lima Buku Hukum Tata Negara dalam Lustrum XV Fakultas Hukum Universitas Andalas
|
sumbar.bawaslu.go.id || PADANG — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Dr. Rahmat Bagja, S.H., LLM., hadir dalam rangkaian Lustrum XV Fakultas Hukum Universitas Andalas yang digelar di Aula Fakultas Hukum Universitas Andalas, Jumat (25/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rahmat Bagja mendapat kesempatan sebagai pembedah kelompok buku Hukum Tata Negara (HTN), dengan membedah lima buku karya dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas. Lima buku tersebut merupakan bagian dari 56 buku karya dosen yang diluncurkan dan dibedah dalam rangkaian kegiatan Lustrum XV Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Kehadiran Rahmat Bagja memberikan perspektif dari sisi kelembagaan penyelenggara pemilu terhadap perkembangan ilmu Hukum Tata Negara, khususnya dalam melihat hubungan antara perkembangan pemikiran akademik dengan praktik ketatanegaraan dan demokrasi di Indonesia.
Sebagai Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja memiliki pengalaman dalam menjalankan tugas kelembagaan Bawaslu dalam mengawal penyelenggaraan pemilu, khususnya pada aspek pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta penegakan hukum pemilu. Perspektif tersebut menjadi bagian penting dalam diskusi akademik yang membahas perkembangan hukum tata negara.
Forum bedah buku tersebut juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi kelembagaan negara. Rahmat Bagja tidak hanya hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Bawaslu RI, tetapi juga sebagai akademisi hukum yang memberikan pandangan terhadap karya-karya ilmiah di bidang Hukum Tata Negara.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.P.A., Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas sekaligus Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, sebagai keynote speaker.
Selain Rahmat Bagja, kegiatan bedah buku menghadirkan sejumlah akademisi hukum dari berbagai perguruan tinggi. Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum., Guru Besar Hukum Agraria FH Universitas Andalas dan Wakil Rektor III Universitas Andalas, menjadi pembedah kelompok buku Hukum Administrasi Negara dan Hukum Internasional.
Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Efa Laela Fakhriah, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Perdata FH Universitas Padjadjaran dan Ketua Asosiasi Hukum Acara Perdata, menjadi pembedah kelompok buku Hukum Perdata. Adapun kelompok buku Hukum Pidana dibedah oleh Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Rahmat Bagja dan Perspektif Hukum Tata Negara
Keterlibatan Rahmat Bagja dalam bedah lima buku Hukum Tata Negara menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Lustrum XV Fakultas Hukum Universitas Andalas. Diskusi tersebut mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis dalam penyelenggaraan lembaga negara, khususnya Bawaslu.
Bagi Bawaslu, pengembangan dan pemahaman terhadap hukum tata negara memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tugas kelembagaan. Bawaslu sebagai lembaga negara yang memiliki mandat dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu menjalankan tugas berdasarkan kerangka hukum yang mengatur sistem demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Melalui forum akademik seperti ini, Rahmat Bagja turut mendorong adanya ruang dialog yang mempertemukan gagasan akademik, perkembangan hukum, dan praktik kelembagaan. Diskusi mengenai buku-buku Hukum Tata Negara juga menjadi kesempatan untuk melihat berbagai persoalan ketatanegaraan dari perspektif yang lebih luas.
Bagian dari Perayaan Lustrum XV
Peluncuran dan bedah 56 buku karya dosen menjadi salah satu agenda akademik dalam perayaan Lustrum XV Fakultas Hukum Universitas Andalas. Kegiatan tersebut menunjukkan produktivitas akademik para dosen sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mendiskusikan berbagai gagasan hukum yang dihasilkan oleh lingkungan akademik.
Bagi Rahmat Bagja, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan lembaga negara. Fakultas hukum sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam membangun diskursus hukum, sementara lembaga negara menjalankan berbagai prinsip dan ketentuan hukum tersebut dalam praktik penyelenggaraan negara.
Kegiatan Lustrum XV Fakultas Hukum Universitas Andalas ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik dan profesional di bidang hukum, termasuk melalui keterlibatan tokoh-tokoh hukum dari berbagai institusi.
Kehadiran Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya dialog berkelanjutan antara akademisi, praktisi hukum, dan lembaga negara dalam merespons perkembangan hukum tata negara serta dinamika demokrasi di Indonesia.
***
Penulis : Udhe
Foto : Humas